Tuesday, May 13, 2008

Kunjungan SIPPO ke Indonesia

SIPPO adalah sebuah lembaga non-profit dari Jerman akan datang bulan Juni 2008 untuk mengadakan ferifikasi atas perusahaan dan kelompok tani yang memiliki ketertarikan memasarkan produknya ke Eropa. Sebagai awal, perusahaan dan kelompok tani yang tertarik arus mengisi formulir (silahkan kirim email ke jakerpo@yahoo.com) dan apabila masuk dalam pemilihan, maka pihak SIPPO akan melakukan tinjauan lapangan. Keuntungan dari program ini adalah adanya konsultasi selama 3 tahun untuk pemasaran, kwalitas dan lainnya. Selain itu akan diikut sertakan dalam kegiatan pameran organik terbesar di dunia di Biofach Trade Fair 2009 di Jerman bulan Februari.

Perusahaan dan kelompok tani atau LSM yang tertarik pada program ini, silahkan menghubungi Jaker PO.

Monday, April 28, 2008

Cari Produk Organik

Dibutuhkan:
Seorang importer langsung dari Kanada mencari Vanilla, Cinnamon dan Pepper organik, apabila LSM anda bekerjasama dengan kelompok tani yang menghasilkan produk tersebut, silahkan menghubungi kami di Jaker PO, email: jakerpo@yahoo.com

Tuesday, April 22, 2008

Panen Tengkulak di Panen Raya
M Dindien Ridhotulloh
Seorang petani merontokkan bulir padi saat panen di Desa Bojong Keding, Subang,Jawa Barat.
(iPhA/Wirasatria)
INILAH.COM, 22 April 2008, Jakarta � Ironi tentang petani di negeri ini masih menari-nari. Kini, memasuki masa panen raya padi, yang merayakannya lagi-lagi ya para tengkulak. Petaninya? Capek menanam, menikmati sedikit, selebihnya gigit jari.

Tengok yang terjadi di pesisir utara Jawa Barat. Sejumlah pemilik lahan sawah di Kabupaten Subang, misalnya, mulai ramai didatangi tengkulak. Odong, 49, mengaku sepekan terakhir disambangi para pedagang beras. Mereka merajuk agar ia menjual hasil panennya dengan tawaran lebih tinggi dari harga Bulog.

�Sebagian saya jual karena harganya tinggi. Sementara HPP (harga pokok pembelian) dari pemerintah belum naik. Kami butuh dana segera untuk modal tanam,� tutur Odong saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (19/4).

Petani rata-rata melepas beras di level Rp 4.100-4.200 per kilogram. Selisih Rp 100-an dari harga Bulog. Selain mendatangi petani, pedagang besar juga terus mendatangi penggilingan padi untuk memburu beras.

Belum jelas alasan pembelian besar-besaran yang dilakukan para tengkulak. �Katanya untuk dikirim ke Jakarta,� timpal Odong, warga Cibogo, Subang.

Tapi, tentu, tak mustahil para tengkulak itu berniat menimbun beras. Apalagi, mereka pasti tahu pemerintah akan menaikan HPP beberapa hari mendatang. Jadi, dengan memborong langsung ke petani sekarang, dalam tempo relatif singkat para tengkulak itu bisa menangguk untung �segunung�.

Indikasi praktik menimbun beras makin kentara karena para pengusaha besar membeli beras yang berkualitas sama dengan beras kualitas Bulog, yaitu medium. Padahal, beras untuk pasaran Jakarta dan ekspor umumnya adalah medium super yang harganya berkisar Rp 4.200-Rp 4.300 per kilogram.

Sejak sepekan lalu, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani memang melonjak tajam seiring munculnya isu kenaikan HPP sepekan lalu. Petani mengaku sudah mendengar rencana kenaikan itu ketika harga gabah GKP masih Rp 2.000 per kilogram.

Dugaan lain muncul. Para tengkulak yang datang dengan modal lebih dari cukup itu hendak melakukan ekspor beras tanpa izin ke sejumlah negara. Maklum, harga dan permintaan beras di pasar global memang sdang melangit.

Maret lalu, harga beras di pasar global dengan patahan 25% sudah mencapai lebih dari US$ 500 per ton. Di dalam negeri, harga beras dengan mutu yang sama Rp 5.000 per kilogram atau US$ 400 per ton.

Bahkan, awal April, harganya melonjak lagi sampai ke angka US$ 750 per ton. Sementara di dalam negeri Rp 5.600-an per kilogram.

H Tholib, pemilik penggilingan di Gegesik, Cirebon, menyebutkan bahwa sepekan terakhir sejumlah pedagang beras datang ke pabriknya untuk memborong beras dengan tawaran harga Rp 4.100 per kilogram.

"Pedagang itu hanya mengatakan mereka akan menjual kembali beras itu ke Jakarta. Belum jelas apakah memang langsung masuk pasar atau dijual lagi antar pulau," kata Tholib sebagaimana dikutip Antara.

Selama ini, peran tengkulak memang belum bisa dilepaskan dari kehidupan petani, bahkan condong sudah pula jadi mitra Bulog.

Semua itu terjadi karena kepemilikan lahan areal padi di Indonesia relatif kecil. Akibatnya, seorang petani di saat panen tetap memerlukan peran tengkulak, khususnya untuk mengumpulkan gabah sebelum diangkut ke penggilingan.

Dalam perkembangannya, pengusaha padi maupun Bulog memang bisa kerepotan jika bekerja tanpa campur tangan para tengkulak. Mereka, misalnya, harus mendatangi satu per satu petani untuk melakukan penawaran.

Belum lagi jika terlalu sedikit jumlah gabah yang didapat. Biaya transpor membengkak dan tidak ekonomis. Jadi, faktanya, keberadaan tengkulak membantu memperlancar pengadaan gabah.

Selain masalah waktu, tengkulak juga mamp menilai mutu gabah dari sisi kadar air, gabah kosong, atau kotoran. Dengan begitu, gabah yang mereka setor ke penggilingan sudah bisa dipercaya kualitasnya.

Di balik itu, tengkulak seringkali menjadi profesi yang dicap sebagai penyebab panjangnya mata rantai tata niaga gabah. Sebab, memang, tak jarang para tengkulak mengambil keuntungan tak wajar alias marginnya terlalu besar.

Apa yang seharusnya jadi jatah petani dalam mata rantai produksi beras akhirnya diambil alih tengkulak. Kadang posisi tawar petani yang lemah membuat tengkulak sering menawar harga sangat rendah dan petani tak berdaya.

Malah tak jarang para tengkulak berani memberikan pinjaman dana awal bercocok tanam padi. Jika itu yang terjadi, si petani tak bisa menjual hasil panennya kepada pihak lain. Harganya, tentu, ditentukan sang tengkulak.

Ironi tentang kehidupan petani memang masih menari-nari. Masih sering menyayat hati. Masa panen raya padi seperti sekarang pun belum bisa mereka sambut dengan berseri-seri. Sebab, di depan hidung mereka, catatan utang dan para tengkulak sudah menanti. [I3]



Baca juga berita seputar beras:

1. Harga beras untungkan petani Thailand :

2. HPP tak ubah wajah petani:

3. Krisis pangan di ujung pemerintahan SBY-JK:


Dicari:
Informasi sekitar varietas beras yang kemarin di panen oleh SBY, jenis baru Super Toy HL2, saya coba cari informasi dari berbagai sumber ternyata belum bisa menemukan teknik budidayanya. Sepertinya informasi yang dilansir oleh Kompas (21 April 2008) - bukanlah persilangan dari jenis pandan wangi atau lainnya. Mohon kalau ada informasi tentang bududaya beras ini bisa disharingkan ke email kami: jakerpo@yahoo.com

Alert: Revolusi Hijau babak baru di Indonesia - Quo Vadis Pertanian Berkelanjutan ??
Penanaman padi Super Toy HL2 sepertinya menjadi bagian dari Revolusi Hijau babak baru di Indonesia. padi dengan hasil panen 15 ton per hektar, sama produksinya dengan padi hibrida yang dikembangkan di Vietnam dan China. Hal ini akan banyak menyedot unsur hara dan pemakaian pupuk sintetis yang berlebihan. Banyak pemerintah daerah mulai melirik jenis padi ini dan akan dengan cepat menyebar ke semua daerah Quo Vadis . . . . . .


Tuesday, April 15, 2008

Pangan Organik

Kiat Hemat Belanja Pangan Organik

Kompas, Jumat, 11 April 2008 | 11:17 WIB
Kekhawatiran akan isu penggunaan formalin, pestisida, zat pewarna, serta rekayasa genetika pada produk pangan, membuat produk organik semakin populer. Sayangnya harga produk pangan organik relatif mahal, sehingga hanya mereka yang berpenghasilan tinggi saja yang menjadi konsumennya.

Namun tak perlu khawatir, meski bujet terbatas Anda tetap bisa mengonsumsi produk makanan sehat. Ini dia tipsnya:

1. Belilah produk pangan organik di pasar tradisional
sehingga Anda bisa mendapatkan harga lebih rendah daripada di supermarket.

2. Ingin membeli makanan organik dengan harga murah? Datanglah menjelang jam tutup toko. Masakan organik selalu dimasak tanpa menggunakan bahan pengawet, sehingga tidak bisa disimpan lama. Biasanya toko akan menjualnya setengah harga daripada menyimpannya.

3. Jangan segan bertanya pada kenalan, tetangga, atau saudara, yang sudah lebih dulu menjadi konsumen pangan organik. Mereka pasti tahu di mana membeli produk organik dengan harga murah.

4. Pelajari daftar belanja Anda. Pilah-pilah jenis bahan makanan apa yang sebaiknya merupakan produk organik, tidak harus seluruhnya. Misalnya jika Anda merasa khawatir dengan penggunaan pemutih pada beras, pilih beras organik. Memasukkan satu-dua item produk organik daripada tidak sama sekali.

5. Manfaatkan kupon potongan harga.
Saat ini produk pangan organik terus dipopulerkan. Sejumlah hipermarket bahkan secara berkala memberikan potongan harga pada beberapa produk organik yang dijualnya. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan produk pangan yang sehat.

6. Tanam sendiri
Menanam sayuran tak selalu harus dilakukan di lahan yang luas. Di halaman depan rumah atau di pot pun bisa. Anda bisa mencoba dengan jenis sayuran yang mudah ditanam, misalnya cabai, tomat, seledri, atau selada. Gunakan media tanam yang sesuai dan hindari pestisida dalam perawatannya. Lalu nikmati panen pangan organik dari 'kebun' sendiri.

Friday, April 11, 2008

LIPI bikin padi Transgenik

12/02/08 20:49

LIPI Merakit Padi Transgenik Tahan Kekeringan


Jakarta (ANTARA News) - Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil merakit padi melalui rekayasa genetika yang menghasilkan benih padi tahan kondisi kekeringan, sehingga bisa ditanam di kawasan minim air.

"Kami telah melakukannya dengan over ekspresi gen penyandi faktor transkripsi OsHOX," kata Kepala LIPI, Prof DR Umar Anggara Jenie, di Jakarta, Selasa.

Gen tersebut, urainya, memiliki peran dalam ketahanan terhadap cekaman kekeringan dan sudah dicobakan di tanaman pada model Arabidopsis thaliana.

Saat ini, lanjut dia, sedang dilakukan penelitian tahap awal pada fasilitas uji terbatas atau rumah kaca dan akan dilanjutkan dengan uji keamanan lingkungan, uji keamanan pangan dan uji multilokasi.

Selain itu, LIPI juga telah merakit varietas padi secara transgenik yang tahan terhadap serangan hama penggerek batang dan telah berlangsung hingga generasi keempat pada 2003-2007, ujarnya.

"Padi transgenik tersebut lebih tahan terhadap serangan hama penyakit penggerek batang kuning 10 kali varietas Rojolele, Ciherang dan Cilosari," katanya.

Dari hasil uji lapangan dapat diperoleh kesimpulan sementara bahwa tanaman transgenik yang dirakit tak merusak ekologi lingkungan dalam arti tidak ada penyebaran gen ke tanaman lain serta tidak ada pengaruh terhadap serangga lain dan mikroba tanah, ujarnya.

LIPI juga telah menghasilkan padi transgenik tahan serangan jamur Blast dan akan dilakukan pengujian pada fasilitas rumah kaca.

Ketahanan terhadap Blast itu, urainya, ditingkatkan dengan cara meningkatkan kandungan asam salisilat dalam tanaman padi melalui rekayasa genetika padi dengan gen penyandi biosintesa asam salisilat.

"Bioassai terhadap M Grisea strain 173 yang merupakan cendawan penyebab penyakit blast telah dilakukan sampai generasi ke-4 dan menunjukkan peningkatan ketahanan beberapa genotip tanaman transgenik terhadap serangan blast pada beberapa fase pertumbuhan," katanya.

Seluruh riset padi transgenik ditegaskannya, akan diuji keamanan lingkungannya, diuji keamanan pangannya dan diuji secara multilokasi. (*)

Wednesday, July 25, 2007

Nur fadiah mandiri, samarinda

Nurfadiah Mandiri di Samarinda membutuhkan beragai produk pertanian organik, baik berupa produk mentah maupun olahan. Saat ini mereka mengambil produk dari Jawa dan masih membutuhkan beragai produk. Silahkan menghubungi langsung ke:

Nur Fadiah Mandiri
Jl. gatot subroto no. 31 Samarinda
Tel. 0541 - 746981
email: nurfadiahmandiri@yahoo.co.id

Tuesday, March 13, 2007

Dear all,

Kami membutuhkan info harga minyak atsiri, antara lain :
- minyak nilam
- minyak daun jeruk purut
- minyak jeruk nipis
- minyak jeruk limau
- minyak kayu manis
- minyak jahe
- minyak lada
- minyak cengkeh : gagang, bunga, daun

Barangkali diantara teman2 semua ada yg bisa menolong memberi info harga pasar dan kandungan zat aktif di dalamnya.
Terima kasih sebelumnya.

Best regards,

Retno P. Soejoto
Perum. Bogor Baru Blok B III No.17
BOGOR 16152 - Indonesia
Ph. +62-251-215 2799
Ph./Fax. +62-251-325 849
E-mail : retno@ntfp.or. id

Tuesday, February 27, 2007

Mengapa memilih Organik ??

1. Rasa Lebih enak
Banyak orang membeli makanan organik karena rasa yang lebih enak dibanding non-organik. Karena tanaman organik tumbuh lebih lama dan kadar airnya sedikit, yang memberikan rasa lebih nikmat. Polling 2005 menunjukkan orang lebih memilih rasa daripada harga yang lebih murah.

2. Sehat
Makanan organik berisi lebih banyak vitamin C dan mineral lainnya (kalsium, magnesium, zinc yang berguna sebagai anti-oksidan melawan kanker. Susu organic mengandung 3 kali lebih banyak Omega-3, vitamin E dan A (Beta Carotene) dan anti oksidan lainnya.

3. Tanpa zat tambahan
Makanan organik tidak mengandung zat tambahan yang merugikan seperti hydrogenated fat, aspartame (pemanis buatan) dan monosodium glutamate, yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

4. Tanpa pestisida
Pestisida adalah racun, tanaman yang menggunakan pestisida akan menumpuk racun pada buah, daun dan tanaman yang kita makan. Cara pertanian organik adalah dengan mengendalikan pestisida supaya tidak merusak tanaman.

5. Bebas GMO
Tanaman Rekayasa Genetika (GMO – genetic modified organism) dilarang dalam bertani organik. Tanaman GMO pada jangka panjang akan merusak tubuh manusia. Di Indonesia 90% kedelai untuk tempe dan tahu diimpor dari Amerika dan semuanya adalah produk GMO.

6. Menghilangkan timbunan obat dalam tubuh
Bahan anti-biotik secara rutin disuntikkan dalam tubuh ternak untuk mempercepat pertumbuhan yang menyebabkan manusia resistant terhadap bakteri. Makanan organic bisa mengurangi efek buruk tersebut.

7. Tanpa beaya tersembunyi
produk organic memiliki sumber air yang bersih dari pupuk dan pestisida kimia, dan hanya memanfaatkan bahan alami, sehingga berkonsumsi organic tidak memiliki beaya tambahan untuk pengobatan ke dokter.

8. Standar Tinggi
Makanan organik berasal dari lahan yang bisa dipercaya. Mereka melakukan inspeksi setiap tahun untuk memenuhi standard organic.

9. Memanfaatkan Ternak
Ternak menjadi bagian penting dalam pertanian organik. Yang bisa menghasilkan pupuk dan pendapatan bagi petani.

10. Lingkungan hidup sehat
Tidak ada bahan kimia pabrik yang digunakan dan menjaga kesuburan serta kehidupan semua mahkluk hidup yang ada di dalamnya. Polusi yang rendah akibat penyemprotan sehingga mengurangi karbon dioksida (yang menyebabkan pemanasan global) dan tanpa limbah berbahaya.