Wednesday, January 21, 2009

FYI:

Pesticide Action Network Asia and the Pacific (PAN AP)
and
The International Federation of Environmental Journalists (IFEJ)

proudly announce the launch of the

ASIA PACIFIC RICE JOURNALIST AWARD 2008/09

The first ever Award in the region to acknowledge excellence in writing on rice-related issues!

Rice is Life to the people of Asia and our most revered treasure. It is central to the Asian way of life; its cultural heritage and diversity, spirituality, and traditions.

We invite nominations of the best articles or radio scripts on rice and rice-related issues written by writers, reporters, journalists, or columnists based (working/living) in the Asia Pacific region and published or broadcasted as print or electronic media.


AWARD CATEGORY & ELIGIBILITY: One general category: open to everyone in the eligible* countries in the Asia Pacific region with no age limit. The writer of the published article or radio script must be a citizen, permanent resident or otherwise based (working/living) in the Asia Pacific region*. (*Please see list of eligible countries at www.panap.net.)

DURATION OF COMPETITION: Nominations will be accepted from 1 August 2008 to 31 May 2009 (12 midnight Malaysian time).

THEMATIC SCOPE: Asia's rice heritage (based on the Five Pillars of Rice Wisdom described at www.panap.net) and the threats it faces in this era of globalization.

ARTICLES/SCRIPTS: The articles or radio scripts must have been published or broadcasted between 1 September 2007 and 31 May 2009 in print and electronic media i.e., national newspapers, magazines, journals, etc. or on websites of the said media or on radio. While mainstream media is preferred, non-mainstream media will also be considered.

PERMISSION TO USE ARTICLES / SCRIPTS / PRODUCTIONS: The authors agree to allow the competition organisers to use their nominated articles or radio scripts/productions for advocacy, educational, or promotional purposes with no time limit for such use.

Judges: The organisers have jointly designated a regional panel of judges below comprising journalists, activists and other professionals in relevant fields.
- Darryl D'Monte (Chairman) – President of the International Federation of Environmental Journalists (IFEJ)
- Irene Fernandez – Right Livelihood Recipient 2005, and renowned Human Rights activist, Malaysia
- Danilo Ramos – Secretary General of the Asian Peasants Coalition, the Philippines
- Kalinga Seneviratne – Senior Research Associate with the Asian Media Information and Communication Centre (AMIC), Singapore
- Devinder Sharma – Renowned and Award Winning Journalist and Political Analyst, India
- Song VoKyung – Renowned Consumer Advocate, Korea

JUDGING CRITERIA
- Editorial Content
- Scientific Accuracy
- Originality and Creativity

The decision of the judges will be final, binding, and not open to challenge. The judges and organisers reserve the right not to present an award if entries do not meet minimum quality standards. Results are expected to be announced by September 2009.

PRIZE: The winner will receive the following:
• US Dollars One Thousand (US$ 1,000) in cash / cheque
• An Asia Pacific Rice Journalist Award plaque
• An Asia Pacific Rice Journalist Award certificate

These will be presented at an event in 2009 to be organised by PAN AP or a PAN AP partner organisation at a venue determined at PAN AP’s discretion.

NOMINATIONS: The Nomination Form and Author’s Declaration Form are attached and are also available at www.panap.net/aprja. Nominations must state the reason for the nomination. Self-nominations are accepted. Nominations must be accompanied by (1) a fully completed Nomination Form, (2) a fully completed Author’s Declaration Form, (3) the original article (or scanned or on a url site) showing the whole article and name and date of the publication as printed or the original radio production (in common audio formats like mp3, AVI, WMA) recording the whole production as broadcasted and (4) a summary translation for non English articles. Submitted articles or radio scripts/productions will not be returned.

Not eligible to participate in this competition are: The management and staff of PAN AP and IFEJ; the judges and their organisations; and the immediate family members of all such persons/organisations.
_______________________________________________________________
For full details on this competition, please go to www.panap.net/aprja
For enquiries, contact: PAN Asia and the Pacific,
P.O. Box 1170, 10850 Penang, Malaysia.
E-mail: panap@panap.net

Wednesday, November 05, 2008

Rapat Umum Anggota Jaker PO berhasil memilih Badan Pengarah (SC) untuk periode 2008 – 2011 yang terdiri dari:

We are proudly to inform that as the result of the General Assembly of Jaker PO, we have new Steering Committee consist of:


  1. Riza V. Tjahjadi (Biotani)
  2. Catur Yudha Hariani (PPLH Bali)
  3. Ronny Novianto (SPTN-HPS)
  4. Lily Noviani (Bina Desa)
  5. Sumino (LPTP)


Sementara untuk Anggota baru yang telah disetujui adalah:

While the new members are:


  1. Yayasan Petrasa – kabupaten Dairi, Sumatera Utara
  2. Yayasan Akar, Bengkulu
  3. Yayasan Setara, Bogor, Jawa Barat
  4. Yayasan Babad, Purwokerto, Jawa Tengah
  5. USC Satu Nama, Yogyakarta
  6. Green Hill, Semarang
  7. YPKGM, Lumajang, Jawa Timur


Dalam sistem pemilihan badan Pengarah Jaker PO, telah berubah dari pemilihan individu menjadi pemilihan lembaga, Jadi dalam tata cara pemilihan adalah lembaga yang dipilih, sementara untuk individu yang mewakili lembaga dalam RUA menjadi Badan Pengarah dan tidak dapat digantikan dari lembaga yang dipilih.

The GA replaced the steering committee selection from personal who attend the GA to select the organization. The individuals who attend the GA are responsible to become new SCs and not applicable to replace other individuals from their organizations.


Keanggotaan Jaker PO telah diubah untuk memberikan kepada sekretariat untuk memutuskan berdasarkan hasil RUA dan pada pelaksanaan RUA sekretariat mengumumkan anggota baru. Sistem ini berbeda dengan sebelumnya.

The membership of Jaker PO has been revised, that the secretariat has authority to select new members and report to the GA the new members, so that they are able to attend the next GA as full members.


Selamat kepada Badan Pengarah terpilih dan anggota baru Jaker PO.

Congratulation to new Steering Committees and new members of Jaker PO


Pelaksanaan kegiatan sudah kami upload di Flickr untuk melihat foto kegiatan yang kami laksanakan, untuk laporan kegiatan sedang kami lakukan kompilasinya.. Silahkan lihat teman-teman kita di sana.

Images of activities you are able to visit our photo web at Flickr, report is still in compilation and will be sent to members.

Wednesday, October 29, 2008

Foto Kegiatan

Untuk melihat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Jaker PO, dalam kesempatan ini kami persembahkan beberapa gambar kegiatan terakhir yang kami lakukan. Up load sementara masih terbatas, tapi cukup untuk bisa mengetahui sedikit kegiatan yang kami lakukan. Silahkan cek di http://www.flickr.com/photos/jakerpo/

We have some activities that up loaded on Flickr. There are some recent activities to view, please visit our image activities at http://www.flickr.com/photos/jakerpo/

Tuesday, October 21, 2008

RUA 2008

Jaker PO akan menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) besok pada 31 Oktober - 3 November 2008 di wisma Sejahtera, Solo. Kegiatan ini untuk mengevaluasi hasil kerja selama 3 tahun dan membuat garis besar program untuk 3 tahun ke depan. Dalam RUA juga akan memilih Badan Pengarah baru untuk periode 2008 - 2013. Silahkan memberikan masukan untuk suksesnya RUA Jaker PO 2008.

Jaker PO is going to hold General Assembly on 31st October - 3rd November 2008 at Wisma Sejahtera, Solo, Central Java. The GA s to evaluate activities and to plan the program for 2008-2013. Any ideas for the programs, are welcomed.

Tuesday, May 13, 2008

Kunjungan SIPPO ke Indonesia

SIPPO adalah sebuah lembaga non-profit dari Jerman akan datang bulan Juni 2008 untuk mengadakan ferifikasi atas perusahaan dan kelompok tani yang memiliki ketertarikan memasarkan produknya ke Eropa. Sebagai awal, perusahaan dan kelompok tani yang tertarik arus mengisi formulir (silahkan kirim email ke jakerpo@yahoo.com) dan apabila masuk dalam pemilihan, maka pihak SIPPO akan melakukan tinjauan lapangan. Keuntungan dari program ini adalah adanya konsultasi selama 3 tahun untuk pemasaran, kwalitas dan lainnya. Selain itu akan diikut sertakan dalam kegiatan pameran organik terbesar di dunia di Biofach Trade Fair 2009 di Jerman bulan Februari.

Perusahaan dan kelompok tani atau LSM yang tertarik pada program ini, silahkan menghubungi Jaker PO.

Monday, April 28, 2008

Cari Produk Organik

Dibutuhkan:
Seorang importer langsung dari Kanada mencari Vanilla, Cinnamon dan Pepper organik, apabila LSM anda bekerjasama dengan kelompok tani yang menghasilkan produk tersebut, silahkan menghubungi kami di Jaker PO, email: jakerpo@yahoo.com

Tuesday, April 22, 2008

Panen Tengkulak di Panen Raya
M Dindien Ridhotulloh
Seorang petani merontokkan bulir padi saat panen di Desa Bojong Keding, Subang,Jawa Barat.
(iPhA/Wirasatria)
INILAH.COM, 22 April 2008, Jakarta � Ironi tentang petani di negeri ini masih menari-nari. Kini, memasuki masa panen raya padi, yang merayakannya lagi-lagi ya para tengkulak. Petaninya? Capek menanam, menikmati sedikit, selebihnya gigit jari.

Tengok yang terjadi di pesisir utara Jawa Barat. Sejumlah pemilik lahan sawah di Kabupaten Subang, misalnya, mulai ramai didatangi tengkulak. Odong, 49, mengaku sepekan terakhir disambangi para pedagang beras. Mereka merajuk agar ia menjual hasil panennya dengan tawaran lebih tinggi dari harga Bulog.

�Sebagian saya jual karena harganya tinggi. Sementara HPP (harga pokok pembelian) dari pemerintah belum naik. Kami butuh dana segera untuk modal tanam,� tutur Odong saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (19/4).

Petani rata-rata melepas beras di level Rp 4.100-4.200 per kilogram. Selisih Rp 100-an dari harga Bulog. Selain mendatangi petani, pedagang besar juga terus mendatangi penggilingan padi untuk memburu beras.

Belum jelas alasan pembelian besar-besaran yang dilakukan para tengkulak. �Katanya untuk dikirim ke Jakarta,� timpal Odong, warga Cibogo, Subang.

Tapi, tentu, tak mustahil para tengkulak itu berniat menimbun beras. Apalagi, mereka pasti tahu pemerintah akan menaikan HPP beberapa hari mendatang. Jadi, dengan memborong langsung ke petani sekarang, dalam tempo relatif singkat para tengkulak itu bisa menangguk untung �segunung�.

Indikasi praktik menimbun beras makin kentara karena para pengusaha besar membeli beras yang berkualitas sama dengan beras kualitas Bulog, yaitu medium. Padahal, beras untuk pasaran Jakarta dan ekspor umumnya adalah medium super yang harganya berkisar Rp 4.200-Rp 4.300 per kilogram.

Sejak sepekan lalu, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani memang melonjak tajam seiring munculnya isu kenaikan HPP sepekan lalu. Petani mengaku sudah mendengar rencana kenaikan itu ketika harga gabah GKP masih Rp 2.000 per kilogram.

Dugaan lain muncul. Para tengkulak yang datang dengan modal lebih dari cukup itu hendak melakukan ekspor beras tanpa izin ke sejumlah negara. Maklum, harga dan permintaan beras di pasar global memang sdang melangit.

Maret lalu, harga beras di pasar global dengan patahan 25% sudah mencapai lebih dari US$ 500 per ton. Di dalam negeri, harga beras dengan mutu yang sama Rp 5.000 per kilogram atau US$ 400 per ton.

Bahkan, awal April, harganya melonjak lagi sampai ke angka US$ 750 per ton. Sementara di dalam negeri Rp 5.600-an per kilogram.

H Tholib, pemilik penggilingan di Gegesik, Cirebon, menyebutkan bahwa sepekan terakhir sejumlah pedagang beras datang ke pabriknya untuk memborong beras dengan tawaran harga Rp 4.100 per kilogram.

"Pedagang itu hanya mengatakan mereka akan menjual kembali beras itu ke Jakarta. Belum jelas apakah memang langsung masuk pasar atau dijual lagi antar pulau," kata Tholib sebagaimana dikutip Antara.

Selama ini, peran tengkulak memang belum bisa dilepaskan dari kehidupan petani, bahkan condong sudah pula jadi mitra Bulog.

Semua itu terjadi karena kepemilikan lahan areal padi di Indonesia relatif kecil. Akibatnya, seorang petani di saat panen tetap memerlukan peran tengkulak, khususnya untuk mengumpulkan gabah sebelum diangkut ke penggilingan.

Dalam perkembangannya, pengusaha padi maupun Bulog memang bisa kerepotan jika bekerja tanpa campur tangan para tengkulak. Mereka, misalnya, harus mendatangi satu per satu petani untuk melakukan penawaran.

Belum lagi jika terlalu sedikit jumlah gabah yang didapat. Biaya transpor membengkak dan tidak ekonomis. Jadi, faktanya, keberadaan tengkulak membantu memperlancar pengadaan gabah.

Selain masalah waktu, tengkulak juga mamp menilai mutu gabah dari sisi kadar air, gabah kosong, atau kotoran. Dengan begitu, gabah yang mereka setor ke penggilingan sudah bisa dipercaya kualitasnya.

Di balik itu, tengkulak seringkali menjadi profesi yang dicap sebagai penyebab panjangnya mata rantai tata niaga gabah. Sebab, memang, tak jarang para tengkulak mengambil keuntungan tak wajar alias marginnya terlalu besar.

Apa yang seharusnya jadi jatah petani dalam mata rantai produksi beras akhirnya diambil alih tengkulak. Kadang posisi tawar petani yang lemah membuat tengkulak sering menawar harga sangat rendah dan petani tak berdaya.

Malah tak jarang para tengkulak berani memberikan pinjaman dana awal bercocok tanam padi. Jika itu yang terjadi, si petani tak bisa menjual hasil panennya kepada pihak lain. Harganya, tentu, ditentukan sang tengkulak.

Ironi tentang kehidupan petani memang masih menari-nari. Masih sering menyayat hati. Masa panen raya padi seperti sekarang pun belum bisa mereka sambut dengan berseri-seri. Sebab, di depan hidung mereka, catatan utang dan para tengkulak sudah menanti. [I3]



Baca juga berita seputar beras:

1. Harga beras untungkan petani Thailand :

2. HPP tak ubah wajah petani:

3. Krisis pangan di ujung pemerintahan SBY-JK:


Dicari:
Informasi sekitar varietas beras yang kemarin di panen oleh SBY, jenis baru Super Toy HL2, saya coba cari informasi dari berbagai sumber ternyata belum bisa menemukan teknik budidayanya. Sepertinya informasi yang dilansir oleh Kompas (21 April 2008) - bukanlah persilangan dari jenis pandan wangi atau lainnya. Mohon kalau ada informasi tentang bududaya beras ini bisa disharingkan ke email kami: jakerpo@yahoo.com

Alert: Revolusi Hijau babak baru di Indonesia - Quo Vadis Pertanian Berkelanjutan ??
Penanaman padi Super Toy HL2 sepertinya menjadi bagian dari Revolusi Hijau babak baru di Indonesia. padi dengan hasil panen 15 ton per hektar, sama produksinya dengan padi hibrida yang dikembangkan di Vietnam dan China. Hal ini akan banyak menyedot unsur hara dan pemakaian pupuk sintetis yang berlebihan. Banyak pemerintah daerah mulai melirik jenis padi ini dan akan dengan cepat menyebar ke semua daerah Quo Vadis . . . . . .